Ruang Diplomasi Pendidikan dan Refleksi Nusantara: Rakornas APSI 2025 Resmi Ditutup dengan Semangat Kolaboratif
Hari ketiga pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) 2025 menghadirkan agenda istimewa berupa Konferensi Internasional 13 Negara, sebagai bentuk penguatan kolaborasi lintas negara dalam membangun praktik pengawasan dan kepemimpinan sekolah yang transformatif.
Dimulai pukul 08.00 WIB, konferensi ini menghadirkan peserta seminar dari 13 negara, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, Kamboja, Timor Leste, China, dan Jepang. Acara dibuka oleh tim dari SEAMEOLEC dan SPS UNY, didukung oleh tim teknis dari SEAMEO dan perwakilan Direktorat KSPSTK. Seluruh peserta dari berbagai negara menunjukkan semangat kebersamaan, beberapa bahkan mengenakan pakaian adat khas negara masing-masing, menambah nuansa multikultural dalam forum prestisius ini.
Sesi konferensi terbagi menjadi dua bagian: sesi pertama menghadirkan presentasi dan paparan dari Indonesia hingga Laos, dan sesi kedua (pukul 10.15–11.00 WIB) dilanjutkan dengan presentasi dari delegasi Myanmar hingga Jepang. Moderator kegiatan adalah Dr. Yaya Sutarya, M.Pd., yang memandu dialog interaktif dan berbobot seputar praktik pengawasan pendidikan, tantangan kebijakan, dan strategi kolaboratif regional di bidang pendidikan dasar dan menengah.
Pukul 11.00 WIB, acara dilanjutkan dengan presentasi dari CUCAS, lembaga pendidikan dari Tiongkok (China), yang memperkenalkan peluang kerjasama pendidikan dan pengembangan profesional pengawas sekolah melalui program internasional. Sesi ini dimoderatori oleh Dina Martha Tiraswati, M.Pd. dan dicatat secara resmi oleh tim notulis SEAMEO.
Rakornas APSI 2025 secara resmi ditutup pada pukul 11.45 WIB oleh Drs. Daliman Sofyan, M.Pd., selaku Dewan Pembina APSI Pusat. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh peserta, panitia, dan mitra nasional–internasional yang telah turut mendukung kelancaran kegiatan ini. Acara penutupan ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta, sebagai simbol refleksi dan komitmen kolektif membangun sistem pendidikan bermutu melalui peran strategis pengawas sekolah.
Setelah istirahat dan makan siang, seluruh peserta diarahkan untuk mengikuti Wisata Edukasi sebagai rangkaian akhir kegiatan Rakornas. Dua destinasi utama yang dikunjungi adalah:
-
PICTNIQ LAND Bukit Bintang – destinasi wisata edukatif berbasis alam dan budaya;
-
Kawasan Malioboro Yogyakarta – sebagai simbol kebudayaan dan denyut ekonomi rakyat.
Para peserta terlihat antusias mengikuti wisata ini, mengenakan kaos hitam APSI dan topi Rakornas, sebagai bentuk identitas kolektif dan kebersamaan. Suasana penuh kekeluargaan dan kehangatan mewarnai sore hingga malam hari, menjadi penutup manis dari seluruh rangkaian Rakornas APSI 2025.

Komentar