
Dokumen Pribadi : Narasumber
Dunia pendidikan patut berbangga memiliki
sosok yang mampu menginspirasi banyak orang. Sosok inspiratif bisa datang dari
mana saja dan siapa saja bisa memberikan pencerahan bagi banyak orang. Untuk
menjadi sosok yang mampu menginspirasi tidaklah mudah karena dibutuhkan perjuangan,
semangat kerja keras, niat, komitmen yang kuat, serta harus mau berbagi dan
menjadi jalan bagi kebermanfaatan banyak orang.
Edisi kali ini penulis mengangkat sosok
inspiratif dari bumi penghasil kedondong dengan penduduk aslinya suku melayu,
sementara suku pendatangnya ada suku minang, batak, thionghoa, jawa, sunda, dan
lain-lain. Di daerah ini juga masih ada suku pedalaman yang bermukim yakni suku
“Talang Mamak”.
Sebagai daerah yang dikenal dengan objek
wisata “Danau Raja” yang dulunya merupakan tempat pemandian keluarga istana
Indragiri, kota ini ternyata menyimpan sosok guru honorer yang mampu
menginspirasi bagi dunia pendidikan. Sosok guru honorer yang gajinya pas-passan
tetapi tidak menyurutkan langkah dan semangatnya untuk berkarya memberikan
kebanggaan bagi dunia pendidikan khususnya kota tempat ia dilahirkan di
Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).
Kabupaten Inhu merupakan salah satu kabupaten
yang berada di Provinsi Riau yang menjadi perlintasan transportasi darat antar
kabupaten maupun provinsi yang dilalui sehingga membuat kota ini selalu ramai
dengan transportasi yang melintas. Di sinilah sosok guru honorer yang pernah
mengharumkan nama kotanya di tingkat nasional. Sosok wanita muda yang nama
lengkapnya “Alus Musyhar Laila” kelahiran Buluh Rampai, 16 Juli 1985 ini
merupakan guru bahasa inggris. Sosok muda yang aktif dengan berbagai organsiasi
yang diikutinya seperti pengurus aktif PKK Kabupaten, pengurus aktif MGMP
Bahasa Inggris Kabupaten, serta beberapa organisasi wanita lainnya yang ia
sebagai pengurus aktif.
Sosok wanita muda berkacamata ini tidak hanya
aktif diorganisasi saja tetapi beberapa prestasi pernah ia raih baik dari
tingkat kabupaten sampai tingkat nasional. Di antara prestasi yang pernah ia
torehkan antara lain ;
·
Juara
2 lomba tutor paket c berprestasi tingkat prov. Riau 2015
·
Juara
3 lomba tutor paket b berprestasi tingkat prov. Riau 2016
·
Juara
3 lomba diseminasi literasi nasional 2017
·
Juara
harapan 3 lomba guru berprestasi tingkat nasional 2018
·
Mutiara
terjaring, perempuan berprestasi tingkat prov. Riau 2018 dan
·
Penerima
penghargaan short course to china 2019.
Wanita berzodiak cancer ini banyak
karya yang sudah ia tuliskan dari hasil pemikiran perjalanan hidupnya. Di
antara karyanya yang sudah diterbitkan Pokja 2 PKK, Mamas, Matahari Memeluk
Rembulan, My Hero, Suamiku, Lara Senja, Inhu – Anak Sungai Indragiri, Hand, Senggani, Daun-Daun Bersemi
Kembali, Sobingoe, Lentera di Negeri Transmigrasi, Manajemen Hati, dan lainnya.
Karya-karya solo maupun antologi yang ia hasilkan tidak hanya berkisar tentang
romantisme kehidupan tetapi ia juga mengangkat keaktifan ibu-ibu PKK dalam
menggerakkan kaum wanita serta ia juga mengangkat budaya lokalitas dan potensi masyarakat
setempat yang daerah belum dikenal. Kemampuannya dalam menulis sudah menjadi hobby-nya, bahwa menulis baginya
bukanlah kewajiban lagi tetapi sudah pada kebutuhan yang harus dilakukan
apalagi dengan profesinya sebagai seorang guru tentu akan menjadi salah satu
yang bisa memberikan kontribusi bagi perubahan dunia pendidikan ucapnya.
Wanita yang menggunakan nama “Elly Musiman” untuk FB yang ia gunakan ternayta berasal dari nama suaminya yang
bernama Musiman, S.H.I yang berkerja sebagai Kepala Madrasyah Aliyah Al-Ihsan Buluh
Rampai. Sosok Ibu yang memiliki sepasang anak yang bernama Habibi abdan Syakura
kelas 6 SD dan Qothrunnada Assajida yang baru menginjak kelas 5 SD. Menjadi
seorang guru dan bersuamikan guru baginya adalah anugerah terindah yang Allah
berikan dalam hidupnya. Sosok penyuka warna merah, kuning, orange, untuk warna jilbabnya dan warna lembut untuk benda lainnya.

Dokumen Pribadi : Narasumber
Saat penulis, menuliskan sosok wanita
muda inspiratif ini disela-sela kesibukannya, ia lagi sibuk mempersiapkan buku
karya berikutnya. Wanita ramah yang saat itu menggunakan jilbab dan baju dengan
warna sepadan merah ini dengan senyuman khasnya menyambut saya dengan semangat.
Tidak lama berlangsunglah komunikasi saya dengannya. Ada beberapa pertanyaan yang
saya gali dari sosok guru honorer ini yang membuat saya harus mengetahui alasan
demi alasan yang ia lakukan. Di antara pertanyaan sebagai berikut ;

Apa
moto dalam hidup Ibu?
Bergerak dan menggerakkan
Kenapa?
Seorang guru harus menjadi pembelajar.
Jika berhenti belajar maka berhentilah menjadi guru. Kata-kata yang diucapkan
oleh sosok idola saya “Anies Baswedan” inilah salah satu yang menggerakkan hati
saya. Jika ingin menjadi guru maka harus mau belajar. Dengan belajar akan akan
senantiasa bergerak, kemudian terus tanamkan dalam diri agar ilmu yang dimiliki
bisa menggerakkan banyak orang untuk berubah kepada kebaikan sesuai
masing-masing kapasitas yang dimiliki.
Apa
yang menariknya profesi seorang guru?
Profesi seorang guru memang sudah
menjadi cita-cita saya saat masih SD. Apa yang saya lihat dari gruu-guru yang
mengajarkan saya benar-benar telah menginspirasi saya hingga saya seperti saat
ini. Bagi saya profesi gruu adalah profesi yang sangat mulia yang bisa
menghantarkan kesuksesan setiap individu yang diajarkannya. Jalan inilah insya
Allah, Allah akan membukakan jalan kebaikan dan syurga bagi setiap gruu-guru
yang ikhlas berbuat untuk kebaikan bagi dunia pendidikan.
Motivasi
Ibu untuk menjadi guru?
Sesuai pesan orangtua bahawa saya harus
menjadi manusia yang bermanfaat bagi banyak orang. Guru salah satu profesi yang
bermanfaat karena mencoba untuk memanusiakan manusia.
Maaf,
saat ini Ibu honor sebagai honor apa?
Saya honor sesuai SK yang dikeluarkan
oleh Gubernur Riau
Sebagai
guru honorer yang saat ini untuk mengikuti tes PNS, usia Ibu sudah tidak
memungkinkan lagi. Apakah yang akan Ibu
lakukan?
Terkait
dengan masalah kesempatan untuk menjadi PNS, saat itu saya melihat Ibu bersama
teman-teman dan organsisasi profesi datang ke Jakarta. Apa yang dituntut dan apa
yang melandasi gerakan tersebut.
Berawal dari gerakan
teman-teman, saya latah ikutan, eeee.. Malah pula saya jadi juru bicara.
Perjuangan ini salah satu jalan perjuangan kami memohon kepada prsiden untuk
memberi perhatian lebih bagi kami yang sudah melewati batas usia untuk bisa
mengikuti tes. Karena kami bukan tak ikut tes pns, namun disebabkan adanya
morotarium pns beberapa tahun lalu, sehingga usia kami terlewati dengan sia-sia.
Selain itu, kami juga melihat, mengingat banyak daerah yang membutuhkan guru
dengan status PNS.
Gerakan ini terinspirasi
dari gerakan bidan yang akhirnya alhamdullillah berhasil menjadi PNS.
Gerakan ini kami mulai
dari bawah, Kecamatan, Kabupaten, Provinsi dan Nasional. Khusus Inhu, untuk ke
Jakarta, kami melalui pak sekda atas kebijakan pak bupati, kami diberangkatkan
dengan transportasi gratis. Disemua Kecamatan kami memohon restu dari
masing-masing Kepala Sekolah untuk memberikan semnagat dan izin. Sementara
untuk Kabupaten kami meminta restu dari PGRI, Kadisdik, DPRD, Sekda, dan
Bupati.
Alhamdullillah sampai di
Provinsi kamipun disambut hangat oleh Ketua DPRD Provinsi bahkan beliau
mengeluarkan sumbangan dari dana pribadinya untuk perjuangan guru honorer Riau
dalam jumlah lumayan besar. Sampai di Nasional kami pun bertemu dengan Anggota
Komisi Dua, Lima dan DPD Komite Dua. Untuk guru honorer yang berasal dari Riau
yang ikut saat itu berjumlah 49 orang. Pada tingkat Nasional juga kami
mengadakan “Rakornas” yg dihadiri sekitar 3000 guru seluruh Indonesia.
Dalam pertemuan bersama
anggota DPR RI, kami memohon dua hal, 1. Mohon diangkat sebagai PNS 2. Apabila
tak diangkat PNS, mohon digaji sesuai dengan UMK masing-masing daerah.
Alhamdulillah, saat itu respon anggota dewan sangat baik, bahkan bapak Syamsuar
sampai menitikkan air mata. Komisi dua berjanji akan mengawal pasal-pasal
terkait ASN hingga sidang paripurna.
Masuknya Ibu dalam gerakan tersebut, apakah ada ketakutan
terhadap intervensi apapun dari pihak lain?
Alhamdullillah sama
sekali tidak, karena gerakan yang kita bangun murni untuk perjuangan guru dan
demi kesejahteraan guru yang mereka berjuang untuk generasi bangsa dan calon
pemimpin masa depan. Tentu harus ada perhatian dari pemerintah untuk guru-guru
hebat Indonesia. Hanya itu sehingga saya berjuang hanya untuk profesi saya dan
bagi pendidikan Indonesia.
Apa yg melatarbelakangi ibu aktif sebagai penggerak bagi guru
honor dan bagi guru2 lainnya dalam berkarya?
Semuanya mengalir saja,
pak, yang pasti, selagi dalam kebaikan umat, saya selalu bersedia menjadi
bagian di dalamnya.
Penghargaan apa yg membuat ibu senangnya berbeda luar biasa
dibanding penghargaan lainnya yang ibu dapatkan?
Adakah kendala ketika Ibu berkarya?
Alhamdulillah tidak ada
Pak. Karena semua sektor alhamdulillah mendukung Izin suami, izin kepsek dan
alhamdulillah Allah beri kecukupan rezeki sehingga saya bisa berkarya.
Bagaimana sikap dan dukungan suami terhadap Ibu?
Beliau adalah figur nomor
satu dibalik kesuksesan saya, Tak cukup rasanya saya berbahasa untuk
mencerutakan kebaikan-kebaikannya. Salah satu bukti, saya tuangkan bagaimana
perjuangan dan dukungan suami dalam buku yang berjudul "My Hero" dan
"Suamiku".
Selama Ibu jadi narasumber diberbagai kegiatan, apa yang ibu
pikirkan terkait guru-guru yang ikut daam kegiatan tersebut?
Saya ingin ada tindak
lanjut positif terkait materi setelah mengikuti kegiatan tersebut.
Tantangan apa yg ibu rasakan selama menjadi guru ?
“Status,” ucapnya
kemudian aura kesedihan dari wajahnya terlihat jelas.
Selain status, tantangan
apa lagi Bu?
“Apa ya Pak? Sepertinya tak ada, Alhamdulillah Allah selalu beri
kemudahan, saya sangat enjoy menjalani peran saya sebagai seorang guru.”
Kalau ibu melihat guru-guru, apa yang kurang dalam berkarya?
No comment.
Karena sejatinya, mereka sudah berkarya dan mengajar
di kelas pun adalah sebuah karya.
Apa pesan Ibu kepada guru tanah air?
Mari menjadi guru yang baik saja. Selalu berinovasi dan berkarya
karena dengan menjadi guru yang baik, kita sudah menjadi bagian dari membangun Negara.
Terakhir berikan satu kalimat motivasi untuk guru Indonesia?
Guru Indonesia pencetak generasi pembangun Indonesia. Jangan lemah dan lalai apapun profesi kita terlebih sebagai seorang guru baik PNS maupun Non PNS kita memiliki andil yang sama dalam membangun dunia pendidikan bagi negara kita tercinta. Terus gali dan bangun Indonesia menjadi Negara yang bermarwah dan bermartabat berawal dari dunia pendidikan.
Senyumannya mengisyaratkan adanya harapan yang besar bagi perubahan Indonesia berawal dari guru.
Komentar